Jumat, 26 Juni 2020

Tentang Tempat Baru dan Amigdala

Gambar dari sini : 

Hai, sudah setahun lebih sejak postingan terakhir di blog ini. Postingan terakhir bercerita tentang review pompa ASI Medela dkk. Setelah itu, seperti biasa, dunia nyata kembali sibuk menarik saya ke dalam rotasinya. Perputaran rutinitas tanpa henti. Menabung energi hanya untuk kemudian dihabiskan di esok hari. Tidak ada waktu untuk benar-benar memperbaiki kualitas diri, untuk benar-benar peduli, untuk benar-benar mencari. Setiap harinya hanya berusaha bertahan untuk tetap berada dalam garis standar yang sudah ditetapkan diri. Tidak berambisi melampaui. Tidak juga berusaha membuat garis itu semakin tinggi. Keinginan untuk cerita-cerita lagi di blog ini munculnya sudah ratusan kali tapi tenggelamnya ribuan kali. Berhubung hari ini lagi on fire untuk nulis, saya mau cerita-cerita aja deh soal kepindahan saya di tempat baru. Kayaknya belum pernah, ya?

Netizen be lyke : ANDA SIAPA YA??? 💁👀

Senin, 08 April 2019

Review Pompa ASI Medela Mini Electric, Avent Natural Comfort (Manual), dan Mooimom New Silicone Breastpump


Walaupun sudah hampir 7 tahun jadi ibu, dunia per ASIan termasuk baru bagi saya karena saat anak pertama, saya gagal meng-ASI-hi. Sad. Karena itulah saya tidak mau gagal lagi untuk kedua kalinya dan benar-benar berjuang untuk bisa memberi ASI untuk anak kedua ini. Mungkin suatu saat perjuangan itu akan saya tulis di sini. #wacanalagidanlagi.

Nah, kenapa mereview tiga produk di atas? Karena ketiga produk itulah yang berhasil membantu saya sehingga bisa full menyusui Inaranti selama dua bulan ini. Yah, walaupun sempat diselingi susu formula karena setelah 3 hari di RS, Inaranti sempat demam, tapi akhirnya sampai saat ini saya masih bisa benar-benar melepaskan diri dari susu formula. So..inilah ketiga produk itu.

Selasa, 26 Maret 2019

Labuan Bajo untuk Perla


gambar dari sini
Perla menskrol foto demi foto yang muncul di timeline instagramnya. Sunrise di Pananjakan Bromo, Laguna Bai, Bluefire Ijen ditambah quote-quote asal comot, muka selfie yang menutupi seluruh frame sehingga tidak kelihatan tempat berfotonya di mana. Ini yang menyebalkan dari long weekend. Feed instagramnya jadi bertaburan foto-foto liburan. Tidak, Perla tidak iri dengan kebahagiaan teman-temannya. Perla pun bisa melakukan hal yang sama saat ini juga. Bahkan ke tempat yang lebih jauh dengan fasilitas yang lebih baik dan juga hasil foto yang lebih profesional. Tapi jika saat ini Perla malah terjebak di dalam ruangan kecil yang dipenuhi kotak obat yang disusun sesuai alfabet mulai dari amoxcycylin sampai zyloric dan duduk di atas kulkas kecil tempat menyimpan obat ambeien, itu karena Perla memilih untuk menyimpan uangnya demi prioritas pribadinya. Yaitu pernikahan dengan Tate. 

"Mbak, ada yang nanya jenis-jenis kondom. Aku bingung jelasinnya." Itu suara Mila, sales assistant yang baru masuk seminggu ini. Tugas training pegawai baru di outlet memang dibebankan kepada Perla selaku store manager tapi beberapa hari ini outlet selalu ramai jadi dia benar-benar tidak sempat berbagi ilmu perkondoman dengan Mila. Resikonya ya seperti ini, Perla terpaksa memangkas waktu day dreamingnya untuk keluar dari ruangan paling tenang semall dan menuju toko yang hanya terpisah dengan satu tarikan pintu. 

Inaranti Saira Harnadi

gambar dari sini

Sekitar setahun yang lalu, Om Taurus pernah bilang kalau di usia 35 tahun kami belum dikaruniai anak lagi, maka sepertinya kami harus mempertimbangkan untuk memiliki Zahir saja. Pernyataan ini terkait dengan rencana-rencana kami ke depan. Tapi tetap saja, ada ketakutan dalam diri saya karena saat itu saya lagi pengen-pengennya menimang bayi lagi. Bukan sekadar pengen tapi rindu. Rindu yang akhirnya saya ulang-ulang terus dalam doa. Tanggal 6 Juni 2018, doa saya dijawab dengan garis dua di testpack. Malamnya saya cek ke dokter kandungan di RS Anugerah Medika (dr. Zulkarnaen yang dulu juga membantu persalinan Zahir) dan baru terlihat kantung rahim saja. Kalau dari HPHT, usia kandungan baru sekitar 5 minggu dan diminta datang lagi 2 minggu kemudian.

Kamis, 07 Maret 2019

Ngapain Sekolah Jauh-Jauh Kalau....


Gambar dari sini

Sering banget sih ya dengar komentar orang tentang hidup orang lain. Contohnya, di sebuah sore, di sela-sela canda ria (ceileh) dengan teman-teman sepulang kerja, sempat terlontar kalimat yang ditujukan ke saya seperti ini, 
"Lo ngapain sekolah jauh-jauh, masuk sekolah favorit, tapi sekarang sama aja kayak gw."