Kamis, 07 Maret 2019

Ngapain Sekolah Jauh-Jauh Kalau....


Gambar dari sini

Sering banget sih ya dengar komentar orang tentang hidup orang lain. Contohnya, di sebuah sore, di sela-sela canda ria (ceileh) dengan teman-teman sepulang kerja, sempat terlontar kalimat yang ditujukan ke saya seperti ini, 
"Lo ngapain sekolah jauh-jauh, masuk sekolah favorit, tapi sekarang sama aja kayak gw." 

Selasa, 26 Februari 2019

Tentang One Month After

Gambar dari sini

Saya sebulan ini merasa punya utang karena belum juga mendokumentasikan melalui blog tentang detik-detik kehadiran anak kedua saya. Postingan tentang itu akan saya tulis di postingan berikutnya mungkin. Jujur semenjak melahirkan, saya merasa kehilangan keseimbangan. Semangat untuk menulis terasa hilang, juga semangat untuk berinteraksi, dan membereskan banyak target dan pekerjaan. Padahal menyambut kelahiran kali ini sudah saya siapkan matang-matang. Mulai dari fisik, mental, termasuk di dalamnya adalah kelapangan hati, pilihan-pilihan, dan konsekuensi. Tapi tetap, tidak membuat saya merasa siap segalanya. 

Rabu, 31 Oktober 2018

Tentang Toxic Friends

gambar dari sini
...you need to choose your social circle carefully, because letting toxic friends into your life can change your life for the worse.

Jumat, 08 Juni 2018

Les Renang di Bandar Lampung


Gambar dari sini

Berawal dari postingan instagram Icha, teman terlama yang pernah saya punya (25 tahun!) soal anaknya, Qiya yang les berenang, saya jadi kepo. Jujur, saya ini emak-emak yang tidak banyak tertarik pilihan orang lain kalau untuk urusan kebutuhan anak. Karena apa? Karena saya punya list sendiri tentang hal-hal apa saja yang akan saya berikan untuk Zahir. Tapi berenang, cukup menarik karena guru mengaji Zahir selalu mengeluhkan permasalahan pernapasan Zahir yang tidak bisa panjang saat mengaji, padahal saat ini Zahir sudah harus membaca ayat-ayat yang panjang. Menurut beliau, berenang adalah cara yang cukup efektif untuk mengatur pernapasan. Saya pun menghubungi nomor kontak coach renang yang Icha berikan kepada saya. Namanya Akbar. Saya dan Zahir biasa memanggilnya Om Akbar. Sebelum menghubungi kontaknya, saya terlebih dahulu stalking instagramnya, dong. Dan tahu sendiri kemampuan perempuan di dunia perstalkingan, kan? Detektif mah, lewat. Dalam sekejap, beberapa informasi tentang Om Akbar ini saya kantongi. 

Kamis, 24 Mei 2018

Tentang Memfollow Instagram Awkarin


Gambar dari sini

Waaaaw! Duh, saya lagi sering banget ngomong "Waaaaw" gara-gara Lulu. Lho, kok gara-gara Lulu? Jadi ceritanya di suatu sore yang tidak romantis bulan Agustus tahun lalu, saya, Kimi dan Lulu ngemil-ngemil cantik di Corner Cafe. Cafe yang saya kurang tahu pasti juga kenapa dinamakan corner karena letaknya yang juga tidak corner-corner amat itu menjadi saksi bisu obrolan kami bertiga. Mulai dari obrolan tentang social climber, relationship, selebtwit, blogger, teman lama, hingga birokrasi bisa kami bahas sambil ngakak dan ngemil salad sayur pesanan Lulu yang porsinya segambreng.