Sabtu, 21 Januari 2017

Day #20 Writing Challenge "Tentang Kata Maaf"



Selain bolos posting, saya mulai malas mengikuti tema writing challenge ini. Jadi kali ini tidak menulis tema yang seharusnya. Seperti yang saya pernah bilang di sini, disiplin saya hanya bertahan sekitar 2 minggu saja, dan rasanya saya belum tertarik untuk berubah. Hehehe..

Saya teringat perkataan seorang atasan saya dulu saat saya bekerja di sebuah jaringan retail farmasi terbesar di Indonesia pada masanya. Dia bilang, 
"Meminta maaf bukan hanya karena kita salah, tapi meminta maaf  juga harus dilakukan saat kita membuat orang lain merasa tidak nyaman."
Dulu, kalimat itu terasa betul manfaatnya saat saya menghadapi customer yang rewel. Meminta maaf lebih dulu membuat segalanya terasa lebih gampang. Kini, saat tidak lagi berhadapan dengan customer, kalimat itu pun masih saja membuktikan kesaktiannya. Kenapa harus takut dan berat untuk meminta maaf? Apologizing it just means that you value your relationship than your ego. Saat ada situasi yang terasa tidak nyaman bagi orang lain, terlepas itu salah kita atau dia, meminta maaflah terlebih dulu. Meminta maaf atas perasaan tidak nyaman yang dia rasakan, meminta maaf atas situasi tidak menyenangkan yang dia dapatkan, meminta maaf atas kesalahpahaman yang akan kita urai kebenarannya. Tentu dengan tidak mengecilkan makna dari permintaan maaf itu sendiri. Orang yang terlalu sering meminta maaf tanpa memaknai alasan di balik permintaan maafnya alias asal ngomong maaf saja tentu tidak akan mampu melahirkan sebuah perasaan tulus yang akan menimbulkan rasa nyaman. 

Saya lalu teringat lagi 3 kata ajaib yang saya baca di sebuah majalah anak yaitu
"Tolong, Maaf, dan Terima kasih"
Kata-kata itu adalah bentuk penghargaan kita terhadap orang lain, juga kepada diri sendiri. Jadi tolong sebarkan kebaikan. Maaf bila terkesan menggurui, dan terima kasih sudah mampir. 😊

14 komentar:

  1. Tetap semangat 30 days writing challenge-nya ya, Mbak! Jangan berhenti. Tanggung ih. Udah 20 hari lho. 10 hari lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berenti mah insya Alloh nggak, tapi mulai melanggar tema aja paling hehehe. Makasi, Kimciii..

      Hapus
    2. Nah, itu, karena kimi bilang ngga harus sesuai tema, yang penting nulis, makanya saya mau ikutan 30 something something ini mbak... Hahaha. Atau kita buat challenge sendiri yuk? Ajakin orang-orang, mau giveaway juga boleh. Ada beberapa buku yang pengen aku keluarin dari lemari. Hehehe.

      Hapus
    3. Ehm soal buku yg mau dikeluarin, dirimu pasti tau kalo mau menghubungi saya kemana #lhomalahsokakrab 😂

      Hapus
    4. Heh. Kayaknya ada yg mau kirim series nya dee lestari deh.. #eh#gimana

      Hapus
    5. Ide bagus tuh kayaknya buat challenge sendiri. Nanti ya, tunggu abisin 30 days ini dulu hehehe..

      Kalau ada buku yang mau dilepas, saya juga siap nampung, kok ;p

      Hapus
  2. Semangat mba!

    Tolong maafkan saya jika ngasi komen yg ga asik. Terimakasih ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngga asik kamu om ğŸ˜ŽğŸ˜ŽğŸ˜Ž

      😂😂😂

      Hapus
    2. Biar deh, kan sdh minta maaf haghaghag 😂

      Hapus
    3. Makasi ya, Mas. Komentar-komentar kalian udah bikin semangat banget ini *gulung lengan baju*

      Hapus
  3. "Meminta maaf bukan hanya karena kita salah, tapi meminta maaf juga harus dilakukan saat kita membuat orang lain merasa tidak nyaman."

    quote of the day bangeeeeet!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, dari bos aku itu. Padahal bosnya galak banget. Tapi katanya, jangan lihat siapa yang ngomong, tapi lihat, omongannya benar atau tidak. Wkwkwkw...

      Hapus
  4. Ko aku susah banget ya ngebiasain bilang 3 kata itu. hiks ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasain dong, Ru. Sebagai ordo Cappy, kita harus biasa! #tsaaah

      Hapus