Selasa, 31 Januari 2017

Day #26 Writing Challenge "Five Blessings In Your Life"


Bicara soal blessings, rasanya lima poin saja tidak akan cukup mewakili banyaknya berkah yang telah saya terima. Dari hal-hal kecil macam nemu jarum pentul saat jilbab lagi awut-awutan, hingga hal-hal yang besar macam kesehatan dan masih banyak lagi. Tapi berhubung yang diminta challenge ini hanya 5, saya akan fokus ke hal-hal besar saja dulu. Jadi, berikut ini adalah five blessings in my life:


  1. Iman Islam. Bagaimana saya tidak bersyukur jika karunia Alloh yang paling besar adalah agama yang saya anut. Agama yang pagi ini saja tidak berhenti mengingatkan saya akan kebaikan lewat satu kalimat menohok, "Mereka yang riya' atau kita yang iri." 
  2. Keluarga. Saya jarang bercerita banyak tentang keluarga karena saya tidak punya stok kalimat yang bisa menggambarkan betapa saya benar-benar bersyukur lahir di keluarga ini. Lalu, setelah menikah, saya diberi keluarga baru yang juga sangat luar biasa baiknya. Orangtua yang bijaksana, yang melalui doa-doa dan usahanya telah mengantar saya dan adik-adik saya ke dalam pencapaian-pencapaian terbaik dalam hidup kami, adik-adik yang walaupun usianya di bawah saya namun pemikirannya sudah cukup dewasa, penuh kasih, dan selalu mengajak dalam kebaikan. Suami yang penuh tanggung jawab dan selalu menyenangkan, anak yang tidak bisa saya gambarkan betapa bahagianya saya memiliknya, mertua yang menyayangi saya seperti mereka menyayangi anak-anaknya, kakak-kakak yang pintar dan sangat pengertian. Jika ada yang belum sempurna, maka bakti sayalah yang belum sempurna untuk mereka.
  3. Sahabat. Jadi apa bedanya teman dan sahabat? Saya tidak bermaksud menglaksifikasikan mereka. Bagi saya, setiap orang pasti punya potensi untuk menjadi sahabat orang lain. Tergantung intensitas kebersamaan, kecocokan dalam banyak hal, serta kenyamanan saat bersama yang akhirnya membentuk ikatan emosional yang tidak lagi mengenal jarak. Ikatan emosional itu sendiri terkadang terbentuk dalam waktu singkat, maupun panjang. Namun, ikatan emosional yang sudah pernah terbentuk pun bisa saja pudar jika tidak ada intensitas dalam berkomunikasi. Nah, jadi saya ini ngomong apa? Hehehe...Sahabat yang saya miliki saat ini adalah hal ketiga yang wajib saya syukuri. Sahabat bagi saya saat ini bukan lagi hanya sebagai tempat untuk berbagi cerita, mencari dukungan, dan menikmati waktu-waktu ceria maupun tidak, lebih dari itu semua. Sahabat memberi perasaan tak ternilai mengenai keberadaan saya sebagai manusia yang disayang dan diterima sebagai apa adanya saya. 
  4. Kesehatan. Soal ini saya agak takut sebenarnya. Saya tidak bisa memastikan apa saya benar-benar sehat secara fisik? Secara mental? Tapi anggap saja rasa syukur ini sebagai doa agar saya selalu mendapat nikmat sehat. Aamiin. 
  5. Dunia menulis. Walaupun mengenal dunia ini sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar, namun saya baru benar-benar serius untuk mempelajarinya di tahun 2015 sejak saya mengikuti Kampus Fiksi. Menulis, baik itu tulisan yang hanya ingin saya nikmati sendiri (karena tidak pede :))) maupun tulisan yang memang saya niatkan untuk dipublikasikan adalah hal yang membantu saya untuk menjaga kewarasan, juga tempat pelarian. Hal ini diiyakan juga oleh Kimi. Dengan menulis, saya memaksa diri untuk berpikir sebelum menyampaikan apa pun yang hendak disampaikan. Seringkali tulisan itu berkali-kali diedit karena dianggap tidak lagi relevan dengan perasaan saat ini atau tidak jadi ditampilkan karena takut menyinggung atau menyakiti seseorang. 
Nah, sudah. Masih ada ribuan lainnya tapi biar saya ceritakan dengan Sang Pencipta saja, ya. Semoga kita selalu termasuk ke dalam golongan orang-orang yang pandai bersyukur :)))

12 komentar:

  1. Bagian menulis itu keren ✌️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasi, Mas. Mungkin keren karena ada nama Kimi di situ ahahaha...

      Hapus
  2. Baca ini tetiba ingat belum solat ashar... *lalu komennya ditinggal >.< terima kasih sudah berbagi hal2 yang mengingatkan buat bersyukur, tan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Tan. Asharnya jam 22.03 WIB di sini :))

      Hapus
  3. Nomer 1nya keren mbak... Ah, saya jadi pengen nulis tentang ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasi, Lulu...tulis dong tulis. Kan pasti aku kunjungi :)))

      Hapus
  4. Mereka yang riya', atau kita yang iri.

    Ini... ini self reminder banget sih, tan. :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget, Piah...pagi-pagi baca gituan langsung introspeksi. #tsah

      Hapus
  5. itu nomer satu menohok....szzz

    BalasHapus
  6. Iman Islam, itu yang selalu saya syukuri karena saya baru mengenalnya ketika saya beranjak besar. Alhamdulillah banget dapet hidayah untuk beriman islam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, Mbak. Mudah-mudahan kita selalu berada dalam hidayah-Nya. :)

      Hapus