Minggu, 26 Februari 2017

Bakso Upil, Bandar Lampung


Gambar dari sini
Minggu pagi ini, Om Taurus mengajak saya mencari sarapan di luar. Seperti biasa, kami mau mencoba tempat baru. Dan yang selalu jadi PR saya adalah saya yang harus menentukan tempat baru mana yang mau kami datangi untuk sarapan. Ada beberapa pilihan antara lain soto di depan Chandra lama daerah Teluk, tapi saat kami ke sana tidak ketemu tempatnya dan beberapa tempat lain hasil surfing saya di instagram sigerfoodies. 


Karena sudah terlanjur di daerah Teluk, saya akhirnya mengajak Om Taurus mencoba Bakso Upil yang terletak di Jalan Ikan Tenggiri Nomor 50 Teluk Betung. Saya malah dapat rekomendasi tempat ini dari kakak sepupu saya yang tinggal di Bandung. Katanya, setiap ke Lampung pasti menyempatkan mampir ke Bakso Upil. Duh, saya langsung merasa gagal jadi orang Lampung. Tapi tidak ada kata terlambat, saya pun memaksa Om Taurus untuk sarapan di Bakso Upil. Dia agak protes karena jauh-jauh pencarian kami, yang dimakan malah bakso lagi. Tapi kapan lagi kami  bisa sepagi ini di daerah Teluk, kan? Soalnya Bakso Upil ini buka jam 6 pagi sampai habis dan habisnya lumayan cepat.

Imajinasi saya saat mendengar Bakso Upil adalah baksonya pasti kecil-kecil, kan? Like, you know lah, upil! Saya membayangkan bakso sebesar upil kacang pilus atau kacang atom yang dalam satu suapan sendok bisa mengangkut beberapa biji bakso tapi ternyata bakso upil tidak seupil itu saudara-saudara. Ukurannya layaknya bakso biasa saja. Tapi memang enak. Bisa minta tambah kikil juga (kikilnya empuk, btw) dan saya tidak menemukan saos botol di sini. Sebagai penggantinya, ada cuka makanan dan kecap asin. Selain itu, yang menarik perhatian saya adalah jumlah kalender yang terpasang di dinding tempat makan. Belasan! Kalender itu dipasang mengitari 3 sisi tembok. Belum lagi kalender yang berdiri di meja kasir. Wow, sepertinya itu kalender gratisan semua *sotoy*. Nih saya kasih penampakan baksonya.
Gambar dari sini
Jadi itulah pengalaman pertama saya makan bakso upil. Besok-besok mungkin akan ke sini lagi tapi tidak seharus itu, kok. ๐Ÿ˜‰

5 komentar:

  1. Mas RD masih gagal fokus sama upil hahaha...

    BalasHapus
  2. akuuuu.....
    Ga suka.
    Asyiiinnnn pake banget.
    Kayak..... Upil.
    UPIL.

    Btw, cobain bakso kembar yang di gang benda, masuk gang sebelah puskes gedong air, belok kanan sampe pojokan. Rumah tukang baksonya asri dan rapi dan enak huat nobgkrong, walao agak nyelip.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wooow...seriusan enak, Lu? Aku penasaraaan....

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus