Senin, 08 April 2019

Review Pompa ASI Medela Mini Electric, Avent Natural Comfort (Manual), dan Mooimom New Silicone Breastpump


Walaupun sudah hampir 7 tahun jadi ibu, dunia per ASIan termasuk baru bagi saya karena saat anak pertama, saya gagal meng-ASI-hi. Sad. Karena itulah saya tidak mau gagal lagi untuk kedua kalinya dan benar-benar berjuang untuk bisa memberi ASI untuk anak kedua ini. Mungkin suatu saat perjuangan itu akan saya tulis di sini. #wacanalagidanlagi.

Nah, kenapa mereview tiga produk di atas? Karena ketiga produk itulah yang berhasil membantu saya sehingga bisa full menyusui Inaranti selama dua bulan ini. Yah, walaupun sempat diselingi susu formula karena setelah 3 hari di RS, Inaranti sempat demam, tapi akhirnya sampai saat ini saya masih bisa benar-benar melepaskan diri dari susu formula. So..inilah ketiga produk itu.


gambar dari sini

Medela Mini Electric

Dipompa terus biar produksi semakin banyak. Begitu katanya. Nya di sini merujuk kepada berbagai artikel yang saya baca. Sehingga memompa menjadi kegiatan yang harus rutin saya lakukan. Selain itu, saya juga harus terbiasa memompa karena setelah cuti 3 bulan, saya akan kembali masuk kantor. Tidak bisa lagi menyusui secara langsung di siang hari. Pompa asi Medela Minel (mini electric) sebenarnya sudah saya miliki sejak 6 tahun yang lalu, saat melahirkan Zahir dan masih awet sampai sekarang. Karena tidak pernah dipakai. 😓

Memakai Medela Electric di awal-awal menyusui lumayan menyiksa. Karena PD masih sakit akibat perlekatan Inara yang belum benar (akibatnya puting lecet-lecet dan berdarah) dan hasil pompa hanya membasahi pantat botol. Jadi Medela Minel sempat saya tinggalkan sebentar dan beralih ke pompa manual. Tapi, sejak umur Inara hampir satu bulan dan hasil pompa manual sudah agak lumayan (saat itu dapat hasil pompa 30 ml saja bahagiaa) serta puting yang sudah tidak lagi lecet-lecet, saya memberanikan memakai Medela Minel kembali. Dan hasilnya banyaak. Terharu akutu karena sempat punya niat untuk memuseumkan Minel ini. Yah, walaupun hasilnya tidak jauh berbeda dengan pompa manual, tapi paling tidak, tanpa pegal. 

Selain itu yang saya suka dari Medela Minel ini adalah komponennya yang tidak banyak. Jadi benar-benar praktis saat dibawa-bawa dan praktis juga saat dicuci karena hanya ada 3 komponen yang dicuci yaitu botol, cup, dan sambungan cup. Sangat cocok untuk saya yang pemalas sibuk. Baterainya juga tahan lama. Kalau malas ganti baterai atau lupa cas baterai, ya pompanya di dekat colokan. Etapi, tidak tahu ya, it's just me atau ada orang lain yang merasakan kalau pompa sambil ngecas dengan Minel ini perasaan hasilnya malah jadi lebih sedikit. Jadi saya prefer untuk ganti atau cas baterai kalau baterainya habis.

Kekuatan pompa Medela Minel ini bisa diatur dari minimal sampai maximal. Tapi saya gaspol terus di maximal. Hahaha... Kelemahannya? Suaranya Ya Lord...makanya saya hanya memakai Minel di siang hari. Kalau saya pakai di malam hari, niscaya bisa membangunkan perasaan yang telah hilang.

gambar dari sini

Avent Natural Comfort (Manual) 

Next adalah pompa manualnya Avent. Saya membeli ini karena Medela Minel di awal-awal pemakaian sangat tidak bersahabat. Adik saya menyarankan membeli pompa electric merek lain, tapi saat itu, gara-gara Minel belum bisa bekerja sama, saya jadi agak-agak malas membeli pompa electric lagi. Pilihan saya jatuh pada Avent karena katanya ada bantalan cup jadi bisa menyangga PD dengan sempurna tanpa rasa sakit. Selain itu review produknya selalu bagus. Walaupun harganya termasuk lumayan untuk standar pompa manual (saya membeli dengan harga sekitar 500 ribu di shoppee), tapi saya tidak menyesal. Pompa ini memang benar-benar nyaman. Bentuk cupnya yg mendongak itu membuat memompa tidak harus dengan posisi duduk tegak sempurna. Grak. Bantalan cupnya empuk sehingga menimbulkan efek seperti dipijat gitu kalau sedang digunakan. Botol penampung ASI juga bisa diganti-ganti dengan botol Avent lainnya yang memiliki ukuran berbeda. Jadi apabila dirasa produksi ASI sudah cukup melimpah dan botol penampung tidak cukup lagi, ganti saja dengan botol Avent yang berukuran lebih besar. Komponen yg dicuci lebih banyak dari Medela Minel tapi masih dalam kategori tidak merepotkan.



gambar dari sini


Mooimom New Silicone Breastpump

Hoa, ini breastpump bagi saya hidden treasure sih. Saya tahu pompa ASI ini dari Dana, teman saya dari zaman SMP.  Saat lagi curhat-curhat soal dunia perpumpingan, saya cerita kalau saat menyusui sebelah kiri, PD sebelah kanan, ASInya selalu ikut menetes. Maklum newbie. Hal seperti itu masih merupakan kejutan untuk saya. Pernah baca sih di beberapa artikel, tapi saya kira itu tidak akan bermasalah. Tapi saat mengalami sendiri dengan produksi ASI yang masih pas-pasan kok rasanya sayang ya tetesan demi tetesan itu terbuang atau berakhir riwayatnya di tisu atau waslap. Lalu Dana bercerita tentang produk ini. Katanya, dengan bentuknya yang super sederhana, Mooimom New Silicone Breastpump ini sangat membantu menampung tetesan demi tetesan cairan emas. Segeralah saya beli produknya di baby shop lupa namanya daerah Teluk Betung seharga 150 ribu rupiah dan minta di go-send ke rumah. Begitu sampai, disterilkan, dan dicoba saat saya menyusui Inara. Hasilnya? 30 ml effortless. Hanya dengan menempelkan corong ke PD yang tidak sedang disusui lalu ditekan bagian bawahnya sampai dia melekat di PD. Selesai. Sambil menyusui Inara di sebelah kiri, PD sebelah kanan tetesannya ikut tertampung bahkan terpompa juga. Lama kelamaan bahkan bisa menampung sampai 60 ml. Bahagiak! Komponen yg dicuci ya hanya 1 saja. Must have item banget inisi. 

Nah, tiga produk itu masih terus saya pakai sampai sekarang. Akan update lagi karena perjalanan pumping ini masih jauuuh. Doakan lancar sampai 2 tahun ya buibu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar